Senin, 31 Mei 2010

Diamond Selector

DIA2

Diamond Selector II

Diamond Selector adalah alat penguji keaslian berlian yang sangat sederhana, mudah digunakan oleh siapa pun, bahkan oleh orang yang belum tahu berlian sama sekali. Hanya diajarkan 1 menit akan tahu, atau baca buku petunjuknya.

Kini Diamond selector II tidak mahal lagi, hanya seharga Rp. 300.000,- anda dapat memilikinya.

Cara penggunaanya :

1.Bacalah petunjuk pengaturan indikator lampu dibagian belakang diamond selector, bisanya berdasarkan suhu ruangan, makin besar suhu ruangan maka lampu indikator yang dinyalakan cukup 2-3 lampu (perhatikan warna lampu yang hijau).

2. Putar swict on (saklar) kemudian tunggu lampu ready menyala, jika telah menyala maka atur lampu indikator seperti pada nomor 1.

3. Diamond selector siap digunakan

4. Tempelkan ujung Diamond selector pada permata, jika lampu Indikator naik dan lampu berwarna merah menyala serta bunyi….tit….tiiit………..tiiiiiiiiiiiit maka permata yang kita uji adalah berlian. Mudah bukan.

Alat ini tidak mahal lagi

Cukup dengan harga Rp. 300.000,- anda bisa memilikinya.

Ada beberapa keterbatasan alat ini, yaitu Alat ini tidak bisa membedakan antara berlian dengan moissanite.

wiryo

Praktisi & Pengajar Penilaian Berlian
085216329587
wiryosumekto@yahoo.com


Link Populer

1. Diamond Selector kini tidak mahal lagi

2. Anda Butuh Alat Uji Emas, Klik disini Alat tersebut ke meja Anda

3. cara Cerdas Investasi Emas

Rabu, 26 Mei 2010

Krisis Eropa, Ketegangan di Korea Pemicu Naiknya Harga Emas

Harga emas kembali naik

Oleh: Berliana Elisabeth S.

emas

 

JAKARTA (Bisnis.com): Harga emas kembali seiring aksi investor mengamankan investasinya pasca ketegangan di Korea dan krisis utang di Eropa. UBS AG bahkan memprediksi harga emas berpotensi kembali mencapai rekor baru dalam sebulan yakni di level US$1.300 per ounce.


Harga emas untuk pengiriman segera naik 0,2% menjadi S$1.206,08 per ounce di Singapura, menurut data Bloomberg. Harga untuk kontrak pengiriman Juni naik 0,7%. Harga sempat menyentuh rekor di level US$1.249,40 pada 14 Mei 2010.


VP Riset dan Analis PT Valbury Asia Futures Nico Omer Jonckhere mengatakan harga emas kembali naik di level US$1.200-an per ounce karena bertahannya kekhawatiran dari melebarnya krisis utang di Eropa yang membuat permintaan aset untuk safe haven pada logam mulia bertambah.


Dia menambahkan investor berpandangan bahwa berkembangnya krisis kredit di Eropa akan menular ke wilayah lain dan akan menekan langkah pemulihan ekonomi global. Sentimen negative lain yang terjadi beberapa hari ini yakni dari Korea, menuyusl meningkatnya ketegangan antara Korea Selatan dan Korea Utara yang banyak mengundang kekhawatiran akan berlangsungnya kembali perang Korea.


Analis Credir Suisse AG Stefan Graber di Singapura seperti dikutip Bloomberg mengatakan harga emas akan kembali atraktif dalam jangka pendek, dan ada kemungkinan menembus level tertinggi baru. Disisi lain dolar AS kembali naik terhadap keranjang enam mata uang termasuk euro di tengah kekhawatiran investor akan krisis utang di Eropa. Euro jatuh setelah Menteri Keuangan AS Timothy Geithner mengatakan Eropa perlu mereformasi kebijakan fiskalnya untuk menghindari terulangnya krisis saat ini.


Euro terpangkas 15% tahun ini karena krisis utang Yunani mengguncang pasar, memaksa Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) turun tangan dengan membentuk pinjaman 750 miliar euro untuk mencegah krisis menyebar. Pernyataan Geithner menegaskan bahwa perombakan kebijakan fiskal amat krusial bagi Eropa untuk mengubah keadaan. Semua itu memerlukan waktu yang cukup lama karena ini adalah masalah struktural, yang bisa menyebar ke negara lain.


“Kecemasan mengenai Eropa yang kini juga mencakup kesehatan perbankan selain krisis fiskal. Situasi ini membuat euro masih merana, paling tidak untuk jangka menengah,” kata Riset Analis PT Harumdana Berjangka Nanang Wahyudin.


Menambah sentimen negatif, pasar juga dihadapkan dengan meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea. Korea Utara sempat menempatkan militernya dalam siaga perang terhadap Korea Selatan. Hal ini meningkatkan kecemasan mengenai stabilitas politik di kawasan tersebut, kecemasan yang mendorong permintaan akan dolar AS.


“Ketegangan di Korea membuat peralihan dana ke aset safe haven yakni ke emas. Dengan demikian kami perkirakan harga emas dalam satu bulan mencapai level US$1.300,” kata Analis UBS AG Edel Tully. Harga emas sudah menanjak lebih dari 2% pada pekan ini setelah terpangkas 4,6% pekan lalu, penurunan terbesar sejak Februari 2009.
Kepemilikan exchange tranded fund berbasis emas terbesar dunia, SPDR Gold Trust, naik 30,43 ton hingga ke rekor tertinggi 1.267,32 ton kemarin. “Koreksi yang terjadi pada pekan lalu tidak merusak tren kenaikan harga. Harga akan terkonsolidasi dalam jangka pendek, dengan target minggu ini di level US41.214,” kata Axel Rudolph, analis teknikal Commerzbank AG.


Analis Komoditas PT Askap Futures Wahyu Tribowo Laksono mengatakan meski mengalami kondisi netral, selama level harga emas di posisi US$1.166,10 tidak mampu ditembus, maka harga emas berpotensi menguat kembali, setidaknya menguji level US$1.200 atau bahkan US$1.216,30. “Saat ini oulook emas masih netral. Penguatan emas memang masih mungkin berlanjut menembus level US$1.216,30. Hanya saja, di atas level tersebut, khususnya di dekat level 1.216,20, emas berpotensi mengalami tekanan berkait kondisi overbought,” kata Wahyu.(msb)

 

Sumber : http://web.bisnis.com/harga/logam-mulia/1id183598.html

 

Link Populer

1. Toko alat-alat Uji emas dan Berlian Murah

2. Cara Cerdas Investasi Emas

3. Cara membuat web nomor 1 di Google

 

Senin, 24 Mei 2010

HARGA EMAS KIAN MEROKET

Hadi Suprapto

 

 

 

 

 

VIVAnews - Harga emas dunia saat ini masih tinggi setelah pada perdagangan 12 Mei 2010 mencapai angka tertinggi sepanjang 10 tahun terakhir dengan mencetak rekor US$ 1.241,25 per ons.

 

Pada perdagangan siang ini, Rabu 19 Mei 2010, harga emas dunia melemah US$ 10,8 menjadi US$ 1.212,20 per ons.


Pekan lalu harga emas merangkak setelah kurs euro atas dolar Amerika Serikat melemah tajam. Bahkan pelemahan kali ini sempat mencetak rekor terendah dalam empat tahun terakhir.


Dalam catatan VOA News, harga emas telah melambung dalam 10 tahun terakhir dari sebelumnya US$ 270 per ons. Sedangkan setahun lalu, harga emas baru mencapai US$ 930 per ons.


Sementara itu, siang ini harga emas di PT Aneka Tambang Tbk sebesar Rp 365 ribu per gram. Harga ini cenderung turun dari Senin 17 Mei 2010 yang berada pada Rp 369 ribu per gram, dan kemarin Rp 366 ribu per gram.


Analis emas dari Bank of America, Mary Ann Bartels mengatakan, gambaran penyelesaian utang Eropa yang berat telah membuat negara-negara tidak mempercayai mata uang tunggal itu. Mereka lebih memilih emas.


Bangsa-bangsa telah berabad-abad menggunakan uang kertas sebagai pengganti koin emas dalam transaksi mereka. Namun, kini masyarakat juga beralih pada emas saat mereka tidak percaya terhadap nilai mata uang. Mereka masih berharap bisa mempertahankan nilai uang saat inflasi tiba.


Naiknya permintaan emas baru-baru ini mendorong harga emas menyentuh level tertinggi. "Orang-orang takut terhadap inflasi," kata Bartels. "Ini (emas) adalah penyimpanan nilai. Dan itu jawaban yang tepat bagi investor."


Bartels yakin dalam beberapa saat harga emas akan menyentuh US$ 1,500 - US$ 1.600 per ons. "Kami yakin dengan target itu," katanya. (VOA News, Kitco, Logammulia.com) (art)

• VIVAnews

Sumber :http://bisnis.vivanews.com/news/read/152004-takut_inflasi__harga_emas_melambung

 

Ling terkait

1. cara cerdas Investasi Emas

2. Bagaimana membuat web nomor 1 di Google

3. Membuat Mesin Uang Otomatis

4. Peluang Bisnis Pulsa